Nilai Filosofis yang Terkandung Dalam Nasi Tumpeng

  • Whatsapp
Nilai Filosofis yang Terkandung Dalam Nasi Tumpeng

Nasi tumpeng di kenal dengan salah satu makanan tradisional yang dari dulu telah terkenal, nama nasi tumpeng di ambil dari bentuk penyajiannya yang mengerucut, dulu nasi tumpeng di gunakan dalam acara adat atau tradisional sebagai pelengkap sarana adat, seperti acara tujuh bulan kehamilan seorang ibu, ulang tahun, menyambut musim, sedekah bumi, sedekah laut, mapag sri hingga acara kemerdekaan Indonesia pasti tidak lepas dari kehadiran nasi tumpeng.

Menurut bahasa jawa kata tumpeng memiliki arti “yen metu kudu mempeng’’ yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu “ketika kita keluar maka kita harus sungguh sungguh semangat’’ mungkin yang di maksud dari kalimat itu adalah, ketika manusia di lahirkan ke dunia maka harus menjalani kehidupan di jalan allah dengan penuh semangat, keyakinan, dan juga tidak mudah putus asa. Oleh karena itu nasi tumpeng memiliki bentuk mengerucut ke atas yang menggambarkan konsep ketuhanan dengan suat yang besar dan juga tinggi, bentuk kerucut yang menjulang ke atas juga mempunyai juga menggambarkan harapan supaya tingkat kehidupan kita semakin tinggi atau sejahtera.

Read More

Di bawah ini adalah beberapa komponen nasi tumpeng  yang memiliki nilai filosofis yaitu sebagai berikut:

  1. Nasi putih, dulu nasi tumpeng di buat menggunakan nasi putih, nasi tumpeng yang di baut dari nasi putih mengerucut ini melambangkan sesuatu yang kita makan harusnya berasal dari sumber yang bersih dan halal.
  2. Ayam, biasanya ayam di gunakan untuk pelengkap nasi tumpeng adalah ayam jantan atau ayam jago, pemilihan ini ternyata memiliki makna untuk menghindari sifat buruk dari ayam jago, seperti pembohong, congkak, angkuh, dan juga selalu merasa benar sendiri.
  3. Ikan lele, mungkin sekarang sudah jarang yang ada menggunakan ikan lele sebagai pelengkap nasi tumpeng, tapi dulu ikan lele selalu hadir untuk menemani nasi tumpeng dalam acara acara tersebut, ikan lele murupakan ikan yang bertahan hidup di air yang tidak mengalir dan mampu hidup di lumpur, sehingga ikan lele menjadi simbol dari ketabahan dan keuletan dalam hidup.
  4. Telur, telur yang bisa di gunakan adalah telur rebus yang di pindang atau telur rebus biasa, hal ini melambangkan bahwa semua tindakan harus di rencanakan terlebih dahulu, di kerjakan sesuai rencana dan di evaluasi untuk menghasilkan hasil yang sempurna.
  5. Sayur urab, sayur urab melambangkan banyak makna, yaitu hidup tentrem, atau hidup damai.
  6. Cabe merah, hiasan yang ada dalam nasi tumpeng biasanya di baut dari cabe merah, berbentuk kelopak bunga di letakan di bagian atas nasi, hal ini melambangkan api yang memberikan penerangan yang bermanfaat bagi orang lain.
  7. Kacang panjang, kacang panjang adalah salah satu sayuran yang sering di temukan dalam nasi tumpeng, kacang panjang memiliki nilai filosofis bahwa pemikiran kita harus seperti kacang panjang yang terus maju memanjang, hal ini bertujuan agar orang tersebut bisa berfikir lebih kreatif, inovatif, dan juga cemerlang.
  8. Bayam, bayam memiliki warna yang hijau pekat, melambangkan kesuburan dan juga kedamaian atau ketentraman dalam hidup, intinya adalah sebuah pengharapan supaya orang tersebut memiliki hidup yang tenteram dan damai, jika memperoleh masalah cepat selesai dan hati orang tersebut menjadi tenang.

Itu beberapa makna filosofis yang terkandung dalam nasi tumpeng, untuk kalian yang ingin memesan nasi tumpeng pesan saja di nasi tumpeng Jakarta.

Related posts

Leave a Reply